Penyebab , Diagnosis dan Pengobatan Batu Empedu

Penyabab Batu empedu

Asalnya KRISTAL (Batu empedu) diduga akibat adanya ketidakseimbangan (Pola makan)  antara kolesterol dan senyawa kimia dalam cairan empedu butir  kristal yang terbentuk akan berkembang menjadi membatu dan pelahan-lahan menjadi biasanya dalam waktu berbulan-bulan dan bertahun-tahun.

Penimbunan senyawa kimia ( dari kalestrol ) yang umumnya terdapat dalam kantong empedu ( kiri atas perut ) saat Kristal tersebut terbentuk adalah kolesterol dan bilirubin ( limbah dari penghancuran sel darah merah). Hampir 80 persen asalnya batu empedu berbahan dasar kolesterol dan sekitar 20 persen berbahan dasar bilirubin. Bilirubin adalah suatu pigmen yang ditemukan dalam cairan empedu.(efek gesture)

Ukuran batu empedu yang terbentuk juga bermacam-macam. Yaitu 2 macam di bawah 1 cm ato di atas 1 cm .Yang di bawah 1 cm Adalah yang sekecil butir pasir ato sebesar butir beras atau segede kacang ijo .Dan yang di atas 1 cm adalah sebesar sebesar biji jagung  yang sebesar bola pingpong. Begitu juga dengan jumlahnya. Ada orang yang hanya memiliki satu buah batu dan ada yang lebih.( multiple )

Biasanya munculnya batu empedu berbeda-beda pada tiap orang. Secara spesifik kemungkinan, wanita berisiko dua kali lebih tinggi dibandingkan pria. Terutama wanita yang pernah hamil, mengonsumsi pil KB, atau menjalani terapi hormon berdosis tinggi.bisa mengakibatkan Kristal di empedu .

Selain itu, angka kejadian batu empedu akan meningkat pada mereka yang menderita penyakit anemia bulan sabit (sickle cell anemia). Pada penderita anemia sel bulan sabit, sel darah merah akan dipecah terus menerus oleh tubuh, dan akhirnya diubah menjadi bilirubin. Penumpukan kadar bilirubin inilah yang dapat menyebabkan terjadinya batu empedu. Sebuah data penelitian di Inggris menunjukkan bahwa lebih dari separuh penderita anemia bulan sabit akan memiliki komplikasi berupa terbentuknya batu empedu.

Berikut ini adalah faktor-faktor lain yang meningkatkan risiko untuk mengidap batu empedu:

  • Berusia di atas 40 tahun.( Usia lancia)
  • Sedang hamil.(over konsumsi)
  • Memiliki anggota keluarga dengan penyakit yang sama.( Turunan)
  • Sering mengonsumsi makanan berlemak atau berkolesterol tinggi.( Obesitas)
  • Kekurangan serat dalam pola makan.( darah tinggi )
  • Penderita diabetes.( Pankreas lemah )
  • Kelebihan berat badan atau mengalami obesitas.
  • Penderita sirosis.
  • Penderita gangguan pencernaan, misalnya penyakit Crohn dan sindrom iritasi usus.( Usus buntu)
  • Orang yang menggunakan ceftriaxone, yaitu antibiotik yang dapat digunakan untuk mengobati pneumonia, meningitis, dan gonore.
  • Orang yang mengalami penurunan berat badan secara drastis.( Tipes)

Diagnosis Batu Empedu

Jika merasakan gejala-gejala yang mengindikasikan terjadinya komplikasi,seperti kaya di tusuk dari belakang,,sakitnya sampai di ulu hati ,mual  sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke Laboratorium dengan di USG. Sebagai langkah awal, Anda akan menjalani pemeriksaan fisik. Kantong empedu berada di bagian kanan atas perut. Pasien akan diminta menarik napas, kemudian dokter akan menekan bagian kanan atas perut. Jika terasa sakit, kemungkinan terdapat peradangan pada kantong empedu.

Jika terbukti demikian, tes lanjutan akan dianjurkan dokter untuk memastikan tingkat keparahan peradangannya.hingga hasil usg di bawa dan di telpon serta di wa ke 0812-275-78807 konsultasikan ke Andy Chen untuk di diagnosis lebih dalam .

Tes darah

Tes darah bisa dilakukan untuk memeriksa apakah terjadi infeksi atau untuk memeriksa fungsi hati pasien. Fungsi hati akan terganggu jika ada batu empedu yang berpindah ke saluran empedu. Dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan enzim lipase dan amylase apabila terdapat tanda-tanda terjadinya pankreatitis. Kadar kedua enzim tersebut umumnya akan meningkat tiga kali lipat pada pasien pankreatitis akut.

USG

Jenis USG yang akan Anda jalani sama dengan tes USG untuk memeriksa kehamilan. Tetapi USG akan diarahkan ke bagian perut atas.bagian empedu , Usus besar , lambung , ginjal dan ovarium .dan jgn lupa ambil hasil usg di bawa pulang

MRI scan

Proses pemindaian yang mendetail ini dilakukan untuk memeriksa keberadaan batu empedu di dalam saluran pencernaan.akan tetapi hanya sekilas keberadaan batu atao Kristal. Untuk ukurangnya maka harus di lakukan USG

CT scan

Jika pasien mengalami sakit perut hebat, jenis pemindaian ini dapat digunakan sebagai pemeriksaan darurat dalam proses diagnosis. CT scan juga digunakan untuk memeriksa apakah terjadi komplikasi akibat batu empedu, misalnya pankreatitis akut. Namun, metode pemindaian ini tidak memberikan hasil sebaik dengan MRI scan.Namun lebih terpatnya dengan USG

Kolangiografi

Kolangiografi dilakukan untuk memeriksa keberadaan batu di dalam saluran pencernaan termasuk saluran empedu. Pemeriksaan dengan kolangiografi menggunakan sejenis tinta yang disuntikkan ke dalam aliran darah pasien. Dengan tinta ini, saluran pencernaan dapat dipelajari setelah gambar X-ray diambil. Jika saluran empedu berfungsi dengan baik, tinta yang terserap akan berhasil mengalir ke dalam hati, saluran empedu, usus, dan kantong empedu.

Pengobatan Batu Empedu

Dampak dan perkembangan batu empedu berbeda-beda pada tiap orang. Oleh karena itu, ada yang merasakan gejala dan ada yang tidak. Langkah pengobatan akan disesuaikan kepada seberapa besar pengaruhnya terhadap Anda.

Batu Empedu Tahap Awal

Peningkatan kewaspadaan dan pemantauan secara teratur sering menjadi rekomendasi utama dalam menangani kondisi ini. Jika batu empedu tidak menyebabkan gejala apapun, dokter biasanya tidak menganjurkan intervensi medis.Dengan ini di sarankan untuk minum Herbal saja .Dengan ini Di sarankan dengan obat TNX yang sudah di akreditasi di 34 negara , hingga sudah disarankan oleh oleh dokter WHO .Dokter WHO adalah dokter yang di pilih oleh Oraginsasi PBB agar mendapatkan obat yang bisa di konsumsi secara maksimal . Maka system distribusian TNX adalah dengan online sehingga tidak ada cost kepada obatnya dan di kirim via JNE yang sudah kerja sama saja karena berbentuk cairan . hingga TNX bisa di dapatkan secara terjangkau .Jangan takut ato asing , konsultasi aja ke Bapak Andy chen di 0812-275-78807 , wa juga bisa keluhan seputaran Batu empedu Ato mengenai pengobatan serta produk TNX dan dimana bisa di perolehnya .

Tetapi jika Anda memiliki penyakit lain yang dapat mempertinggi kemungkinan komplikasi, Anda akan dianjurkan untuk menjalani pengobatan. Jenis penyakit yang meningkatkan risiko komplikasi batu empedu adalah sirosisdiabetes, atau hipertensi portal (tekanan darah tinggi yang terjadi pada hati).

Jika Anda memiliki batu empedu, sekaligus tingkat kalsium yang tinggi di dalam kantong empedunya, langkah pengobatan akan dianjurkan. Hal ini karena kombinasi batu empedu dan kalsium yang tinggi dapat menyebabkan kanker kantong empedu jika dibiarkan.

Batu Empedu Tahap Lanjut

Gejala utama perkembangan penyakit ini adalah munculnya sakit perut atau kolik bilier. Jenis pengobatannya juga tergantung pada tingkat keparahan gejala:

  • Jika Anda mengalami sakit perut ringan dan jarang muncul, dokter mungkin akan menganjurkan konsumsi obat pereda sakit (analgesik) dan pola makan sehat untuk mengendalikan gejala.Akan tetapi hanya sifatnya temporer.
  • Jika Anda mengalami sakit perut yang hebat dan sering muncul, dokter biasanya akan menganjurkan prosedur pengangkatan kantong empedu.sedangkan kan tubuh kita akan membutuhkan kantung empedu

Obat Asam Ursodeoksikolat

Batu empedu berukuran kecil yang tidak mengandung kalsium dapat ditangani dengan asam ursodeoksikolat. Obat ini mampu melarutkan batu empedu. Tetapi obat ini jarang direkomendasikan untuk menangani batu empedu karena:

  • Tingkat keefektifannya yang rendah.
  • Pasien harus meminumnya untuk waktu lama (terkadang lebih dari satu tahun).
  • Batu empedu dapat kembali muncul jika konsumsi dihentikan.

Asam ursodeoksikolat juga tidak dianjurkan bagi wanita hamil atau menyusui. Obat ini juga dapat mempengaruhi keefektifan pil KB. Karena itu, wanita pengguna pil KB dianjurkan menggantinya dengan alat pengaman seperti kondom jika mengonsumsi obat ini.

Selain sebagai pengobatan, asam ursodeoksikolat juga dianjurkan untuk mencegah terbentuknya batu empedu bagi mereka yang berisiko tinggi.

Langkah Operasi untuk Menangani Batu Empedu

Jika gejala yang Anda alami sangat parah, kantong empedu mungkin harus diangkat melalui operasi. Tetapi Anda tidak perlu takut karena kantong empedu tidak termasuk organ penting yang Anda harus miliki untuk bertahan hidup.

Kolesistektomi laparoskopik

Operasi pengangkatan kantong empedu yang paling umum direkomendasikan adalah operasi ‘lubang kunci’ atau kolesistektomi laparoskopik. Pada operasi ini, dokter akan membuat satu sayatan berukuran 2-3 cm di sekitar pusar, dan dua hingga tiga sayatan dengan ukuran yang lebih kecil di sisi kanan perut. Operasi ini dilakukan dengan penerapan bius total, jadi Anda akan tertidur selama prosedur berlangsung sehingga tidak akan merasa sakit. Masa pemulihan yang dibutuhkan pasien biasanya sekitar 1-2 minggu.

Kolesistektomi dengan sayatan terbuka

Operasi ini akan dipilih jika batu empedu tidak dapat dikeluarkan dengan operasi ‘lubang kunci’ atau kondisi pasien tidak memungkinkan untuk menjalani kolesistektomi laparoskopik. Misalnya karena:

  • Letak kantong empedu pasien sulit dijangkau.
  • Pasien berberat badan tinggi.
  • Pasien berada pada bulan-bulan terakhir kehamilan.

Setelah menjalani kolesistektomi dengan sayatan terbuka, pasien perlu menginap di rumah sakit selama 5-6 hari. Waktu yang dibutuhkan untuk sembuh total juga lebih lama dibandingkan dengan operasi ‘lubang kunci’, yaitu sekitar 1,5 bulan. Tetapi tingkat keefektifan operasi ini sama dengan operasi kolesistektomi laparoskopik.

Kolangiopankreatografi Retrograd Endoskopik (Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography/ERCP)

Penyumbatan akibat batu pada saluran empedu bisa ditangani dengan prosedur kolangiopankreatografi retrograd endoskopik (endoscopic retrograde cholangiopancreatography/ERCP). Prosedur ini bertujuan untuk menghilangkan batu empedu tanpa mengangkat kantong empedu. Prosedur ini seringkali dilakukan pada mereka yang kondisinya tidak cukup kuat untuk menjalani prosedur operasi.

Selain untuk prosedur terapeutik, ERCP juga dapat berfungsi sebagai penegak diagnosa, di mana sebuah tabung tipis yang fleksibel dengan kamera di ujungnya akan dimasukkan dari mulut hingga menuju ke kantong empedu. Kondisi hati, saluran empedu, dan pankreas akan dapat dilihat jelas dengan prosedur ini.

ERCP biasanya dilakukan dengan pemberian bius intravena, di mana pasien akan tetap sadar selama prosedur ini dilakukan. Proses ERCP memakan waktu sekitar 30-60 menit, atau lebih cepat. Setelah menjalani prosedur ini, pasien umumnya harus menginap satu malam di rumah sakit untuk pemantauan kondisi.

Pengaruh dari Pola Makan

Mengubah pola makan dengan hanya mengonsumsi makanan rendah lemak tidak dapat menyembuhkan batu empedu, melainkan menjaga pola makan yang sehat dan seimbang dapat membantu kita untuk menjaga kesehatan serta mengurangi rasa sakit akibat batu empedu.